Free Web Hosting with Website Builder

PLTN Monjyu: Alat pendeteksi cairan natrium rusak

Tanggal April 8 yang lalu, Pusat Listrik Tenaga Nuklir Jepang, Monjyu melaporkan bahwa alat pendeteksi cairan natrium mengalami kerusakan karena bengkoknya bagian ujung pendeteksi alat tersebut.
Penyebab dari bengkoknya pendeteksi ini dikarenakan terlalu dalam dimasukkan dilubang tempat pengukuran yang melebihi ukuran kepatutan yang harus dilakukan. Sehingga alat pendeteksi cairan natrium ini tidak berjalan dengan baik.

Alat ini dapat mendeteksi luapan atau rembasan cairan natrium di pembangkit listrik tenaga nuklir dengan cepat, sehingga kecelakaan bocornya cairan natrium dapat diketahui dengan cepat.
Tahun 1995, PLTN Monjyu ini terjadi kecelakaan dengan bocornya 700kg cairan pendingin/natrium, sehingga dihentikan operasinya. Tahun yang sama bulan September dilakukan perbaikan besar-besaran, tahun lalu bulan Mei semua dinyatakan telah selesai dan bulan Agustus aman untuk beroperasi kembali.

PLTN Monjyu di Saga, Fukui

Jepang memulai pengeporasian PLTN sejak tahun 1963. Termasuk dengan PLTN yang masih dalam pembangunan, di Jepang terdapat 67 PLTN yang tersebar di berbagai pulau. Mojyu yang terletak di kota Saga, Propinsi Fukui ini mengalami kebakaran pada tahun 1995. Setelah peristiwa kebakaran ini, secara cepat pihak PLTN mengirimkan video kondisi kebakaran yang terjadi ke media-media dan publik. Akan tetapi ternyata video itu diketahui telah mengalami editing, sehingga video aslinya tidak disampaikan dan ada hal-hal yang ditutup-tutupi.
Walaupun beberapa hari kemudian video aslinya diumukan ke publik, akan tetapi kepercayaan publik jepang terhadap PLTN semakin mengecil. Dengan terjadinya kerusakan alat pendeteksi cairan natrium baru-baru ini, semakin sulit untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat di Fukui, Jepang terhadap PLTN.

bookmark tulisan ini : These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Live
  • Slashdot
  • Technorati

Artikel Terkait

Isi Komentar

*

Anti-spam image