“Spam” beralih dari email ke hp
Menurut data yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Ferris Research, diperkirakan bahwa para pemilik telefon genggam di Amerika akan menerima sebanyak 1.5 milyar spam sepanjang tahun 2008 ini, 2 kali lipat jumlah dari tahun 2006. Itu juga berarti bahwa sebanyak US$300 juta(~2.8 trilyun rupiah) akan lenyap karena para spammer ini. Meskipun jumlah spam yang mungkin akan diterima tahun ini sangatlah kecil relatif dengan jumlah sms yang dikirim oleh orang Amerika, dimana total sms yang dikirim berjumlah sebanyak 48 milyar untuk bulan Desember saja, tidak ada orang yang mau membayar untuk sesuatu yang tidak mereka butuhkan. Spam-spam ini mengakibatkan satu lagi bahaya, miskomunikasi. Contohnya, Mr Siracusa pernah mendapat beberapa sms dari temannya yang memberitahu dia bahwa mereka mau mengganti nomor teleponnya dan menyuruh Mr Siracusa untuk menelpon mereka ke nomor yang ditulis di sms tersebut. Karena dia tidak terpikir bahwa sms itu hanyalah spam, terjadilah kesalah-fahaman.
Oleh itu, perusahaan seperti AT&T dan Verizon sedang mencari cara untuk memblokir spam-spam ini sebelum para pelanggan mereka memberontak. Menurut para eksekutif, spam-spam ini adalah e-mail yang menembus portal yang menghubungkan Internet dan jaringan telefon genggam. Sangatlah susah untuk menghentikan para spammer ini karena mereka mengganti-ganti alamat e-mail mereka. Meskipun begitu, salah satu eksekutif Verizon, Mr Melone, menganjurkan para pelanggan untuk mengganti alamat e-mail yang dialokasikan untuk nomor telefon mereka supaya mereka tidak mendapat spam-spam ini karena alamat e-mail yang dialokasikan untuk telefon kita sangatlah generik, contoh untuk AT&T, itu adalah nomor telefon kita diikuti dengan @text.att.net












Isi Komentar