Nasib si Al Amin dan bancaan DPR
Peristiwa yang di alami PPP seperti ini tidak sekali terjadi, beberapa waktu yang lalu kader partai ini juga terlibat dalam skandal yang lain. Ini membuktikan ketidak seriusan PPP dalam memilih kadernya untuk mewakili rakyat, serta ketidak becusan PPP dalam mendidik dan mengawasi kader-kadernya yang duduk di lembaga legislatif.
Sebagai sebuah lembaga yang mempunyai alat yang cukup lengkap, DPR pun tidak dapat mengawasi anggotanya dengan baik. Malah seolah-olah DPR adalah pusat untuk melakukan “bancaan” bersama-sama kekayaan bangsa ini.
Apa yang akan terjadi seandainya rencana si Al Amin atas nama komisi iV ini tersampaikan ? Alih fungsi hutan akan dijadikan “bancaan” para pengemplang uang negara. Otomatis hutan di kabupaten Bintan, Riau ini akan menjadi ladang uang haram bagi mereka yang mengatasnamakan hukum yang dibuat oleh DPR.
Berapa milyar uang negara yang akan hilang dengan adanya skandal ini ? Dalam kondisi rakyat yang kesusahan ini ternyata masih ada sebagian anggota DPR yang tidak memihak kepada rakyat kecil. Dengan adanya kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok, sudah pasti anggota DPR juga akan kesulitan untuk mendapatkan kebutuhannya. Akan tetapi sudah pasti rakyat yang sudah sulit, akan lebih menderita dengan kelakukan para DPR ini.
Fakta di persidangan membelakkan mata orang-orang yang masih punya hati nurani. Begitu busuknyakah sebagian wakil-wakil kita di sana ? Ataukah sedemikian sia-siakah pemberantasan korupsi di negeri ini ?
Rakyat sudah sedemikian lama menderita dan bersabar, resesi ini begitu hebat tidak mengenal batas si kaya dan si miskin. Si gambret yang terkena PHK kemaren, sudah mati di tiang gantungan karena tidak kuat dengan beban hidup ini. Si Cilung anak 6 SD harus membunuh dirinya karena malu tidak dapat membayar uang SPP.
Kasus Lapindo yang memerlukan waktu yang lama untuk selesai, kasus BBM yang tidak memihak kepada rakyat, kasus pendidikan yang tidak membela kepentingan orang tua dan pelajar.
Sampai kapan kita akan begini ?
Kita memerlukan orang-orang yang menginginkan perubahan. Coba perhatikan sekali lagi, apakah selama ini kita keliru memilih pemimpin negeri ini ? keliru memberikan amanah kepada orang-orang yang siap dengan pisau untuk membunuh kebaikan dan memelihara kejahatan ?
Cam kan sekali lagi, siapakah yang keliru ? kita atau orang-orang yang kita pilih dan kita paksa mereka duduk di kursi kekuasaan.
Tanggung jawab seorang pemimpin memang besar, akan tetapi tanggung jawab orang yang lalai memilih pemimpin pun tidak kurang besarnya.
Sudah cukup. Tiba saatnya semangat perubahan harus bangkit. Setiap diri mempunyai unsur perubahan, sebagaimana setiap sahabat Rasulullah mempunyai kelebihan dan corak yang khas.
Siapkah anda menyongsong perubahan ini ? siapkanlah diri anda masing-masing, bergabunglah dengan orang-orang yang soleh dan selalu memperbaiki diri. Siapakah orang-orang yang soleh itu ? Mereka yang selalu berusaha melakukan perbaikan dan dekat dengan Rabnya Yang Maha Agung.










Terima kasih atas artikelnya, menyadarkan kita akan arti penting peran kita dalam kehidupan di dunia ini. Kita tidak bisa acuh terhadap kondisi di sekitar kita.