CAIR Menentang Body Scanners
February 25 | Posted by Muhammad Yusuf E. | Berita Dunia Tags: amerika, CAIR, islamCAIR (Council on American-Islamic Relations), sebuah organisasi advokasi muslim terbesar di Amerika Utara, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan dukungannya terhadap pernyataan yang dikeluarkan oleh ulama Muslim Amerika yang bersatu dalam wadah FCNA (Fiqh Council of North America) tentang penolakan diberlakukannya scanner tubuh dengan detail yang akan diterapkan di bandara-bandara seluruh dunia, termasuk Amerika.
9 Februari lalu, FCNA meminta agara scanner tubuh hanya menampilkan garis besar bentuk tubuh saja, tidak menampilkan dalam bentuk gambar detail sehingga akan terlihat seperti orang yang tidak berpakaian.
Direktur Eksekutif Nasional CAIR, Nihad Awad menjelaskan bahwa kami mendukung penuh pernyataan FCNA tentang full-body scanner dan percaya bahwa agama dan hak privasi setiap penumpang dapat dihormati dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan penumpang pesawat.
Full Body Scanners atau juga disebut Nude-scanner yang telah dipasang dibeberapa bandara di Amerika dan Eropa mengundang keprihatinan yang mendalam dan penolakan dari beberapa kalangan Agamawan dan hak asasi manusia. Lebih jauh FCNA dalam pernytaanya menekankan bahwa Full Body Scanners tersebut bertentangan dengan ajaran Islam, hukum alam dan semua ajaran agama serta budaya dan kesopanan.
Dalam pernyataannya, FCNA menjelaskan bahwa merupakan pelanggaran syariat Islam ketika seorang laki-laki atau perempuan terlihat telanjang oleh laki-laki atau perempuan lain. Islam sangat menekankan pentingnya kesopanan dan mengangkap itu adalah bagian dari keimanan seseorang. Al-Quran telah memerintahkan orang yang beriman baik laki-laki dan perempuan untuk menutupi bagian pribadi atau aurat mereka seperti di dalam ayat 7:26-27; 24:30-31; 33:59. Pengecualian hanya berlaku terhadap kasus-kasus yang memang ekstrim, seperti pengobatan medis, penyelidikan kejahatan atau memang dalam situasi bahaya.
FCNA mendukung penuh upaya untuk meningkatkan keamanan dan perlindungan terhadap semua penumpang. FCNA merekomendasikan agar Full Body Scanners tidak menampilkan bagian-bagian tubuh secara detail seperti terlihat telanjang, akan tetapi cukup menampilkan hal-hal atau material yang dianggap mencurigakan. Lebih lanjut teknologi penunjang dapat digunakan juga untuk mendeteksi keberadaan bahan peledak tanpa melanggar kesopanan.
Sumber berita:
http://www.prnewswire.com/news-releases/cair-supports-us-muslim-religious-council-on-body-scanners-84047807.html


