Dengan Syarat, Amerika Mau Berbicara Dengan Iran

February 7 | Posted by Muhammad Yusuf E. | Berita Dunia Tags: , ,
Wakil Presiden Amerika, Joe Biden

Wakil Presiden Amerika, Joe Biden

Wakil Presiden Amerika, Joe Biden mengatakan bahwa Amerika bersedia berbicara dengan Iran mengenai program nuklir. Biden menegaskan apabila Iran tetap melakukan pengembangan teknologi nuklirnya seperti sekarang ini, maka tekanan dan isolasi dunia akan dihadapinya.

Walaupun Biden bersedia berunding dengan Iran, tetapi tetap tidak mengubah sikap pandangnya terhadap teknologi nuklir Iran seperti pendahulunya, mantan Presiden Bush. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan di Munich, Jerman. PBB pun sudah melakukan penekanan kepada Iran terhadap pengembangan pengayakan Uranium. Teknologi ini dikhawatirkan oleh Amerika dan sekutunya akan dikembangkan menjadi senjata nuklir.

Iran dan Amerika memutus hubungan diplomatiknya pada tahun 1979 ketika terjadi Revolusi Islam. Beberapa diplomat Amerika ditawan dengan alasan sebagai mata-mata. Walaupun tuduhan pengembangan nuklir untuk senjata datang dari Amerika dan sekutunya, Iran tetap bersekukuh bahwa teknologi nuklirnya adalah untuk kepentingan damai.

Sikap Amerika ini berbeda dengan negara pengembang nuklir lainnya, seperti Israel dan India. Bahkan beberapa bulan yang lalu Amerika membuat kerja sama dengan India dalam pengembangan nuklir India. Amerika memasok bahan-bahan nuklir ke India guna pengembangan teknologi nuklir India. Kesepakatan ini merupakan perjanjian baru yang mencabut perjanjian larangan perdagangan nuklir Amerika. Sudah barang tentu perjanjian ini mengalami penentangan dari Amerika sendiri dan India. India yang mempunyai 17 reaktor nuklir ini, untuk memperoleh bantuan dari Amerika, India dikhawatirkan akan dipaksa untuk menandatangani syarat-syarat yang akan membatasi kemajuan teknologi nuklirnya kelak. Walaupun Amerika agak longgar dengan India, akan tetapi lain dengan Pakistan, negara tetangganya.

Negara yang mengalami nasib yang hampir sama dengan Iran adalah Pakistan. Pakistan pun mengalami penekanan dari Amerika berkenaan pembebasan tahanan rumah Bapak Nuklir Paskistan, Abdul Qadeer Khan pekan lalu. Seperti kita ketahui tahun 2007, Pakistan membangun reaktor nuklirnya yang ke-tiga di Khushab. Pakistan pertama kali mengembangkan teknologi nuklir setelah pembangunan reaktor nuklir pertamanya di dekat Karachi pada awal 1970-an.

Reaktor tenaga nuklir Iran yang pertama dibangun di selatan kota Boushehr. Reaktor ini dibangun dengan bantuan Rusia, dioperasionalkan pada tahun 2005. Pada 22 April 2006, delegasi Iran untuk badan pengawasan nuklir PBB bahwa Iran telah mencapai kesepakatan dengan Kremlin untuk membentuk sebuah kerjasama dalam pengayaan uranium bersama di wilayah Rusia.
Kemajuan teknologi nuklir Iran sekarang ini merupakan ancaman negara-negara sekutu Amerika. Pemilu sebentar lagi digelar di Iran merupakan hal yang menarik untuk dikaji. Mantan Presiden Iran, Khatami akan menantang saingan kuatnya, Presiden Ahmadinejad. Dari sini media-media dunia dan tanah air, sudah siap-siap membuat opini-opini yang akan menyudutkan Presiden Ahmadinejad. Seperti kita ketahui, Presiden Ahmadinejad mempunyai haluan yang tegas dan jelas, tentang sikapnya terhadap kebijakan Amerika dan Israel.

Tags: , ,

One Response to “Dengan Syarat, Amerika Mau Berbicara Dengan Iran”

  1. [...] Dengan Syarat, Amerika Mau Berbicara Dengan Iran [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>