Misy’al: Kami Akan Bangun Rujukan Nasional Mewakili Semua
January 28 | Posted by Muhammad Yusuf E. | Berita Dunia Tags: hamas, palestina
Khaled Misy’al
Kepala Biro Politik Gerakan Hamas Khaled Misy’al menyatakan gerakannya akan membangun rujukan nasional Palestina yang mewakili semua warga baik di dalam dan di luar dan mencakup semua kekuatan rakyat Palestina.
Hal tersebut disampaikan Misy’al dalam acara perayaan kemenangan Gaza yang diselenggarakan di sebuah gelanggang olah raga di Doha, Qatar, Rabu (28/01) malam. Mengenai masalah islah dan dialog nasional Palestina, Misy’al mengatakan, “Kami di Hamas dan kekuatan-kekuatan perlawanan menyambut baik dialog dan islah namun harus pada asas prinsip-prinsip nasional. Adapun dialog yang menjadi pintu masuk memaksakan agenda asing dan mengorbankan hak rakyat maka itu adalah dialog dusta.”
Dia menegaskan, “Tidak ada dialog dan tidak ada kredibilitas pada apapun seruan untuk islam di tengah-tengah penangkapan, penutupan lembaga-lembaga nasional dan koordinasi keamanan dengan musuh.” Dia menilai, “Siapa yang ingin islah maka harus menyediakan suasana yang kondusif dan menunjukan niat baiknya.”
Misy’al menegaskan, “Hamas membedakan antara otoritas Palestina, kepresidenan dan gerakan Fatah. Untuk itu Hamas menyetujui dialog nasional Palestina berdasarkan prinsip-prinsip nasional Palestina.” Dia melanjutkan, “Saya katakan dengan jelas, setelah tertumpahnya darah di Gaza, secara nasional tidak bisa diterima terjadinya koordinasi keamanan di Tepi Barat dengan pihak musuh yang melakukan pembantaian terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza. Mereka dalah musuh dan bukan tetangga dan pihak biasa.”
Misy’al mengingatkan, “Tidak mungkin merealisasikan islah sementara rakyat Palestina di dalam dan di berbagai belahan dunia tidak memiliki rujukan nasional.” Untuk itu dia meminta adanya rujukan nasional Palestina yang menjaga hak-hak kembali pengungsi Palestina. Menurutnya, PLO yang melarang Hamas masuk ke dalamnya atau tidak mau merekonstruksi dari kondisisinya yang sekarang, bukanlah rujukan nasional namun sudah lemah dan menjadi alat perpecahan.” (sumber: infopalestina)


