Penembak tewas setelah menembak polisi Pentagon

March 5 | Posted by Muhammad Yusuf E. | Berita Dunia Tags: ,

Amerika yang terkenal dengan kejahatan senjatanya masih tidak mau disebut sebagai negara sarang teroris. Setelah pesawat yang ditabrakkan ke gedung pajak di texas, baru-baru ini seseorang menembak polisi pentagon karena kebencian dengan pemerintah Amerika.

Seorang pria California tewas dalam tembak-menembak dengan polisi Pentagon. Pria ini mengemudi mobilnya menyeberang negara bagian dan tiba di markas militer ‘pintu masuk kereta bawah tanah. Pria ini bersenjata dengan dua senjata semi-otomatis. Rupanya sebelum melakukan aksinya, si penembak telah mengirim pesan di internet dan meninggalkan pesan tentang kebenciannya kepada pemerintah dan mengemukakan akan kecurigaannya tentang peristiwa serangan 9/11.

John Patrick Bedell, 36, dari Hollister, California, diidentifikasi sebagai penembak dalam serangan Kamis malam ini, dikatakan oleh pihak berwenang bahwa sebelumnya dia sudah berurusan dengan hukum.

Peyelidik tidak menemukan hubungan langsung dengan terorisme, dan serangan yang mengakibatkan dua petugas polisi terluka di markas besar Departemen Pertahanan tampaknya merupakan kasus “satu individu yang memiliki masalah,” Richard Keevill, kepala polisi Pentagon, mengatakan dalam sebuah konferensi pers pagi hari Jumat.

Bedell Keevill digambarkan sebagai “sangat baik berpendidikan” dan berpakaian rapi, mengatakan Bedell mengenakan jas ketika dia muncul di pintu masuk Pentagon pukul 6:40 dan menyatu dengan pekerja. Dia menyembunyikan dua 9 milimeter dan senjata semi-otomatis “banyak majalah” amunisi.

Keevil menjelaskan ketika Bedell sepertinya merogoh saku untuk identifikasi pekerja, dia malah mengeluarkan pistol. Keevil menjelaskan bahwa Bedell meninggal Kamis malam karena luka tembak di kepala ketika petugas lain membalas tembakan. Dalam peristiwa ini, dua polisi terluka.

Kondisi resesi yang semakin mencekam masyarakat Amerika ini membuat kondisi kejiwaan warganya mengalami depresi dan stress berat. Ketidak puasan terhadap kebijakan pemerintah adalah memicu kondisi semakin memburuk. Ketidak adilan akan kebijakan pemerintah Amerika kepada masyarakat kelas bawah semakin memperburuk kondisi ini.

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>