PM Irak: pemilu sebuah ‘kemenangan’
January 31 | Posted by Muhammad Yusuf E. | Berita Dunia Tags: amerika, irak, pemilu
PM Irak Nouri Maliki
Perdana Menteri Irak Nouri Maliki menyebut pemilihan daerah yang berlangsung di seluruh Irak dengan cukup aman sebagai sebuah kemenangan bagi seluruh rakyat Irak.
Pemungutan suara diperpanjang selama satu jam karena banyaknya pemilih yang datang, termasuk di kalangan warga Muslim Sunni yang memboikot berbagai pemilihan sebelumnya.
Pemilihan daerah pertama di seluruh Irak dalam empat tahun terakhir itu dianggap sebagai ujian terhadap stabilitas Irak menjelang pemilihan umum nasional yang akan diadakan tahun ini.
Ribuan tentara dan polisi dikerahkan di sekitar semua TPS.
Pemilihan daerah ini juga dilihat sebagai sebuah referendum mengenai kepemimpinan Maliki.
“Ini merupakan kemenangan bagi seluruh rakyat Irak,” katanya, setelah memberi suaranya di Zona Hijau Baghdad yang dijaga ketat.
Dia mengatakan, banyaknya pemilih yang datang merupakan cerminan “kepercayaan rakyat Irak kepada pemerintah mereka dan terhadap pemilihan” dan merupakan “bukti bahwa rakyat Irak sekarang hidup dalam situasi aman yang sebenarnya”.
Pemilihan yang damai juga dapat menuju pada penarikan lanjutan pasukan koalisi, kata wartawan BBC Jim Muir di Baghdad.
Sekitar 15 juta warga Irak berhak memilih. Pemilihan daerah itu diadakan di 14 dari 18 provinsi di Irak, dengan lebih dari 14.000 kandidat bertarung merebut 440 kursi.
Pemilihan tidak dilakukan di tiga provinsi kawasan Kurdi yang memiliki pemerintahan semi otonomi di utara dan pemilihan juga ditunda di provinsi Kirkuk yang kaya minyak.
Dewan-dewan provinsi Irak bertanggung jawab untuk mencalonkan gubernur yang memimpin pemerintahan dan mengawasi pendanaan proyek-proyek rekonstruksi.
Pengamanan ketat
Walaupun tingkat aksi kekerasan di seluruh Irak menurun tajam dalam beberapa tahun terakhir, sebuah operasi keamanan besar dilakukan di seluruh negara itu.
Perbatasan-perbatasan internasional Irak ditutup, larangan lalu lintas diterapkan di Baghdad dan kota-kota besar, dan larangan keluar rumah juga diberlakukan.
Ratusan wanita, termasuk guru dan pegawai negeri sipil juga direkrut untuk membantu mencari para pemilih wanita setelah jumlah pembom bunuh diri perempuan meningkat tahun lalu, demikian dilaporkan kantor berita Associated Press.
Para pemilih harus melewati pemeriksaan keamanan yang sangat ketat untuk mencapai TPS-TPS, yang sebagian besar didirikan di sekolah-sekolah, menurut wartawan BBC.
Walupun ada peringatan dari para komandan militer Irak dan Amerika bahwa al-Qaeda merupakan ancaman terhadap pemilihan, hanya ada sedikit insiden kecil yang dilaporkan terjadi.
Saat pemilihan berlangsung, sejumlah tembakan mortir mendarat dekat TPS-TPS di Tikrit, kampung halaman mendiang pemimpin Irak Saddam Hussein, namun tidak ada korban.
AP juga melaporkan sebuah insiden penembakan di sebuah TPS di Baghdad, tetapi tidak jelas apakah seorang laki-laki meninggal atau dua orang terluka.
Ada pula laporan bahwa sejumlah orang tidak terdaftar dalam daftar pemilih, sehingga mereka tidak bisa memberi suara.
Ratusan pemantau internasional mengawasi pemilihan, begitu juga ribuan pemantau lokal dari berbagai partai politik.(Sumber : BBC)


