Wuih!!, Jobless Amerika Melonjak 626 Ribu
February 5 | Posted by Muhammad Yusuf E. | Berita Ekonomi Tags: amerika, ekonomi, resesi
Antrian Kerja
Departemen Tenaga Kerja Amerika melaporkan bahwa angka pengangguran naik dratis diluar perkiraan semula. Pasar saham yang sedang suram pekan ini, diikuti oleh suramnya pasar tenaga kerja. Pekan lalu angka ini mencapai 626 ribu. Dimana bulan Januari lalu telah mencapai 591 ribu orang kehilangan pekerjaannya. Ini berarti dalam satu pekan telah terjadi lonjakan pengangguran sekitar 135 ribu. Jumlah yang sangat mengerikan dalam suatu kondisi masyarakat liberal dan kapitalis seperti Amerika ini. Angka ini lebih lebih mengerikan dari pada resesi yang melanda dunia tahun 1982.
Beberapa pekan lalu, perusahaan-perusahaan besar dalam semua sektor industri, ekonomi dan IT melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besar. Microsoft, Cisco, Caterpillar Inc, Pfizer adalah perusahaan yang melakukan pemotongan jumlah karyawan yang cukup besar. Rockwell Collins perusahaan aerospace terbesar pun telah mengumumkan untuk mengurangi jumlah karyawannya. Langkah ini disusul oleh perusahaan mobil, General Motors Amerika.
Para ahli ekonomi mengharapkan agar pemerintah Amerika secepatnya melaporkan kondisi pasar tenaga kerja saat ini. Sehingga kebijakan-kebijakan yang akan diambil diharapkan akan memperbaiki pasar tenaga kerja lebih baik. Bulan Januari pengangguran naik sekitar 7,5 persen. Sedangkan bulan Desember tahun lalu pengangguran telah naik sekitar 7,2 persen. Sehingga angka-angka ini akan menjadi angka yang tertinggi sejak resesi tahun 1982.
Seperti kita ketahui, resesi Amerika diawali dengan kredit perumahan yang macet dan kemudian disusul oleh krisis keuangan diberbagia bank-bank utama di Amerika, termasuk CitiBank dan Bank of Amerika. Sebagian ahli ekonomi mengatakan bahwa masalah kredit perumahan belumlah selesai, diperkirakan akan terus naik sampai 3 atau 4 tahun ke depan. Sehinga efek Karambol akan terus berlangsung. Sampai kapan ?


