Kadar CO2 yang Semakin Merisaukan
November 7 | Posted by hilfialkaff | Berita IPTEK Tags: atmosfir, CO2Kalau kita menginginkan iklim bumi ini supaya normal dan sehat, kita harus mengurangi kadar CO2 (baca: karbon dioksida) di atmosfir menjadi 350 ppm (parts per million). Saat ini, kadar CO2 kita adalah 385 ppm dan bertambah 2 ppm setiap tahunnya karena pembakaran hutan dan gas. Begitulah pendapat 10 cendekiawan dari Amerika, Inggeris dan Perancis. Menurut Mark Pagani, salah satu cendekiawan tersebut, kadar CO2 di atmosfir kita sudah berada di level di mana pilar-pilar es di daerah kutub sudah mulai tidak stabil (baca: hampir mencair).
Menurut riset dari 10 cendekiawan tersebut, batu bara adalah unsur utama yang menyumbangkan terhadap kadar CO2 pada saat ini dan yang paling gampang untuk dimusnahkan. Sumber batu bara memanglah besar dan cendekiawan-cendekiawan tersebut menyimpulkan bahwa satu-satunya cara untuk mengurangi kadar CO2 adalah mengurangi penggunaan batu bara dengan perlahan kecuali di tempat di mana CO2 yang dihasilkan langsung “dikurung” dan dinetralisirkan. Dari perkiraan tim riset ini, kalau penggunaan batu bara dikurangi, kadar CO2 akan bertambah sehingga 400-425 ppm (dan kemudian secara perlahan-lahan turun. Tentu saja, kadar maksimum tersebut diperhitungkan berdasarkan dari perkiraan banyaknya sumber minyak dan gas yang masih ada di bumi. Para cendekiawan ini juga mengusulakan bahwa reboisasi dari tanah yang gersang dan cara pertanian yang dapat menahan unsur-unsur karbon di tanah dapat menurunkan kadar CO2 sebanyak 50 ppm. Diatas itu, para ilmuwan ini tidak setuju dengan ide “geo-engineering” karena harga untuk menghilangkan 50 ppm CO2 dari udara secara artifisial adalah sekitar US$ 20 trilyun. Memangnya, apa sih keuntungan yang kita dapat dari mengurangi kadar CO2 kok sampai ribut-ribut? Banyak masalah yang dapat kita kurangi karenanya. Contoh dari masalah-masalah tersebut adalah meningkatnya kekuatan dan kemungkinan terjadinya badai, tanah-tanah yang mulai menggersang dan bahkan menghilangnya sungai es yang mengalir dari gunung yang menyediakan air putih yang segar kepada ratusan juta orang.


