Sepakat ! Asteroid adalah pembunuh dinosaurus

March 9 | Posted by Muhammad Yusuf E. | Berita IPTEK Tags: , ,

Teori bahwa sebuah asteroid raksasa membunuh dinosaurus 65 juta tahun yang lalu

Apa gerangan yang menyelamatkan raksasa sepanjang masa, dinosaurus ? Teka-teki ini menjadi perdebatan panjang para ahli untuk menentukan mana teori yang paling benar. Ada teori gunung meletus yang sangat dahsyat, ada teori gempa bumi yang sangat hebat, dan ada teori jatuhnya asteroid ke bumi.

Sebuah tim ilmuwan sepakat bahwa sebuah asteroid raksasa membunuh dinosaurus dan mayoritas spesies lain di Bumi lebih dari 65 juta tahun yang lalu. Para peneliti menganalisa bukti dan sepakat mendukung penyebab kepunahan massa yang telah diajukan 30 tahun yang lalu, yaitu jatuhnya asteroid besar ke bumi.
Richard Norris, seorang paleoceanographer di University of California San Diego, menegaskan bahwa sejak 1980, para ilmuwan telah mengumpulkan banyak bukti yang menunjukkan satu asteroid dengan diameter sekitar 6 mil dan meluncur ribuan mil per jam, menumbuk ke Teluk Meksiko.

Menurut Norris, yang merupakan bagian dari tim peneliti, mengatakan bahwa tabrakan ini menimbulkan dampak kawah kedalaman 24 mil dan lebar 125 mil. Kawah ini ditemukan pada tahun 1991 di Chicxulub, Meksiko, di Semenanjung Yucatan, kata para ilmuwan yang menyebutnya “merokok pistol” yang didukung teori asteroid.
Norris membandingkan dampak asteroid dengan semburan dari 100 juta ton TNT.

“Pada dasarnya lebih kuat dari semua senjata atom di planet ini yang diletuskan sekaligus,” katanya.
Para peneliti ingin untuk menyelesaikan perselisihan tentang apa yang membunuh dinosaurus. Beberapa teori berpendapat bahwa hal itu terjadi karena tabarakan meteorit ke bumi yang menyebabkan bencana besar. Teori saingan lain mengatakan bahwa kepunahan massal adalah hasil dari letusan gunung berapi yang besar di India yang terjadi sekitar waktu yang sama.

Namun teori meletusnya gunung merapi tidak sampai menghancurkan sisi ekologis seperti yang terjadi dengan jatuhnya meteroit yang sangat besar. Yang mana teori yang paling benar? Bisa jadi masih dalam penelitian yang lebih lanjut. Atau mungkin anda yang akan menemukan teori baru atau memperkuat teori yang sudah ada. Selamat berteori!

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>