KPU: Kampung Bojong Citepus Resmi Menjadi Kampung Sadar Banjir
February 25 | Posted by Muhammad Yusuf E. | Berita Nasional Tags: bencana, Indonesia, pkpuBANDUNG – Setelah lebih dari sebulan terendam banjir, beberapa wilayah di Kabupaten Bandung, tepatnya di wilayah Dayeuh Kolot, hari ini, Rabu (24/2/2010) berangsur-angsur warga mulai membersihkan rumah mereka.
Hal itu terlihat di posko banjir PKPU yang berada di Kampung Bojong Citepus. Dimana masyarakatnya yang hampir 3000 jiwa menjadi korban banjir mulai membersihkan dan merapihkan barang-barang yang terendam banjir.
Untuk mengurangi beban warga, tim rescue PKPU yang langsung dikomandoi Manajer Rescue Ir. Muhammad Yasin, melakukan berbagai kegiatan, setelah sebelumnya tim rescue PKPU juga membantu proses evakuasi warga. Selain membantu evakuasi warga, tim rescue PKPU juga memberikan edukasi kepada warga dengan cara membuat sebuah kampung yang diberi nama Kampung Sadar Banjir (KSB).
Konsep dari Kampung Sadar Banjir ini merupakan pengejawantahan dari program unggulan rescue PKPU yakni CBDRM (Community Base Disaster Risk Management). Dimana masyarakatlah yang berdaya untuk melakukan perubahan di daerahnya.
Berbagai kegiatan mulai dilaksanakan PKPU sejak Selasa kemarin (23/2/2010), yaitu mulai dari pelatihan relawan untuk evakuasi dan dapur umum. Selain itu, untuk menghilangkan trauma bagi anak-anak, tim rescue PKPU juga mengadakan nontong bareng yang disaksikan 400 anak-anak.
Hari ini, Rabu (24/2/2010) Kampung Sadar Banjir (KSB) tersebut resmi disandangkan bagi Kampung Bojong Citepus. Acara tersebut diresmikan langsung oleh Direktur Pendayagunaan PKPU Tomy Hendrajati dan dihadiri oleh tokoh masyarakat setempat, Ketua RT serta warga.
Tomy berharap, kampung sadar banjir ini dapat dijadikan pilot project edukasi CBDRM bagi masyarakat korban banjir di Bandung. “Sehingga wilayah lainnya yang menjadi korban bencana dapat melihat pola pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi bencana tahunan seperti banjir ini,” katanya.
Sementara itu, dari hasil focus group discussion (FGD) yang dilakukan di masyarakat terdapat 8 bahaya dalam bencana banjir ini, yaitu bahaya tenggelam, bahaya air cepat naik, bahaya arus tiba-tiba, bahaya sampah, bahaya limbah, bahaya tembok roboh, bahaya setrum, dan bahaya terjebak banjir.
Dalam diskusi tersebut, cara menanganinya, siapa saja yang perlu dibantu menjadi perhatian warga. Mereka yang termasuk kelompok rentan, jompo dan cacat agar langsung diserahkan ke Depsos, sedangkan anak mudanya melakukan evakuasi bencana. Jika prosedur tetap tersebut dilaksanakan dengan baik, maka dapat dipastikan akan mengurangi resiko korban dalam bencana.
Selain membantu korban banjir di Dayeuh Kolot, PKPU juga menerjunkan tim rescue untuk membantu proses evakuasi korban longsor di Kampung Datar Kiara Desa Tenjolaya Kecamatan Pasir Jambu, Ciwidey, Kabupaten Bandung.
Informasi Rilis ini disebarluaskan oleh:
Cecep Y Pramana
Media Center Nasional
Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU


