Silahturahmi Kalla ke PKS
February 27 | Posted by Muhammad Yusuf E. | Berita Politik Tags: Golkar, pks, Yusuf Kalla
Pertemuan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla dengan Ketua Umum PKS, Tifatul Sembiring ternyata masih belum menunjukan titik terang kolaisi 2 partai tersebut.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Pusat PKS pada acara diskusi mingguan, Kamis malam, Kalla tidak menyampaikan pernyataan yang menunjukan kepastian rencana koalisi.
Wartawan BBC, Ervan Hardoko, melaporkan bahwa Kala mengatakan setiap orang boleh menafsirkan pertemuannya dengan PKS.
“Silahturahmi malam ini tentu boleh multitafsir, tapi namanya silahturahmi ya silahturahmi, mengikat hubungan yang baik dan mempererat hubungan kita,” kata Kalla.
PKS sendiri sebenarnya berharap dari pertemuan ini bisa mendapatkan kepastian koalisi kedua partai tersebut, dan Tifatull Sembiring mengatakan ketegasan Golkar akan dibawa ke dalam sidang Majelis Syuro.
“Jadi ini perlu, supaya apa yang terjadi Tahun 2004 bahwa solidnya Golkar agak bermasalah tidak ada lagi. PKS perlu mendapat gambaran-gambaran yang tegas untuk dibawa ke sidang Majelis Syuro PKS,” jelas Tifatul
Kalla jaga etika
…saya sangat hormat pada presiden, saya komitmen menjalankan pemerintahan, saya tidak mau merusak sedikitpun hubungan kami berdua
Ketua Umum Golkar, Jusuf Kalla
Kalla dan Tiffatul sempat meramaikan pertemuan itu dengan pantun yang mereka bacakan.
“Jalan-jalan ke kota Padang mampir ke Solok beli beras, kalau mampir ke Mampang, maka isyarat sudah jelas,” Kata Tiffatul.
Kalla membalasnya dengan: “Bukan ladang sembarang ladang tapi ladang penuh jerami. Bukan datang sembarang datang, tapi datang untuk silahturahmi.”
Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla juga menjelaskan bahwa pertemuannya kali ini juga diketahui oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Dia menegaskan tidak ingin langkah-langkah yang diambilnya saat ini merusak hubungannya dengan Presiden.
“Saya akan menjaga etika dengan presiden, saya sangat hormat pada presiden, saya komitmen menjalankan pemerintahan, saya tidak mau merusak sedikitpun hubungan kami berdua,” kata Kalla.
Hal ini pulalah yang mendasari Kalla dan Hidayan Nurwahid dari PKS untuk tidak membahas soal pencalonan keduanya untuk menjadi calon preseiden dan wakil presiden.
Mereka bersepakat menjaga etika politik hingga akhir pemerintahan. (sumber:BBC)
Tags: Golkar, pks, Yusuf Kalla


