Ditolak lamarannya karena tidak punya buku harian

July 3 | Posted by Muhammad Yusuf E. | Blog Komunitas Tags: ,

Suatu ketika ada seseorang melakukan wawancara dalam rangka mencari pekerjaan. Dia menghadap kepada orang yang akan mewancarainya. Sebelumnya dari rumah sudah dia persiapkan apa yang harus dibawanya ketika menghadapi wawancara ini. Bahkan 2 bulan sebelum panggilan wawancara ini datang, bagaimana menghadapi situasi wawancara ini sudah dia persiapkan dengan matang.
Kisi-kisi untuk menjawab semua pertanyaan yang mungkin datang juga sudah dia persiapan. Boleh dikata tidak ada kurang suatu apapun.

Dalam suasana mencari pekerjaan sangat sulit saat ini, semua orang pencari pekerjaan telah mempersiapkan semua persiapan yang perlu dilakukannya. Sehingga semakin kuat persaingan di dunia yang sedang dilanda resesi ini.

Waktu giliran dia menghadap petugas yang akan mewancarainya, dengan hati berdebar dia awali duduk di depan para penanya dengan senyuman dan sapaan ala kadarnya sesuai petunjuk di dalam buku adab-adab wawancara yang telah dia bacanya.

Muncullah pertanyaan pertama yang datang dari penanya paling kiri sebelum dia sempat memperkenalkan dirinya.
“Apakah anda mempunyai buku catatan harian ?”, tanyanya. Umur-umur belum pernah mencatat semua hal yang dia lakukan, apalagi mempunyai buku harian. Dengan lugu dia jawab, “Maaf pak saya tidak punya.”. Muncul pertanyaan kedua, “Apakah anda selalu mencatat planing atau rencana anda ke depan ?”. Dengan lugunya dia jawab lagi, “Maaf pak buku harian pun saya tidak punya, apalagi mencatat rencana ke depan. Paling-paling rencana besok atau lusa yang saya ingat dikepala saja, pak”.
“Terima kasih atas kedatangan anda hari ini, sayang kami tidak mencari pegawai baru seperti anda, silakan keluar dari ruangan ini.”, tambahan dari bapak penanya paling kanan.

Bagaimana dengan anda ? apakah anda selalu merencanakan planing anda ? mencatat planing anda ke depan ? Kalau tidak maka anda harus membaca berulang-ulang pepatah ini, “If you fail to plan, you plan to fail”.

Bagi perusahaan mempunyai pegawai yang memiliki kerja dengan perencanaan diri yang baik sangatlah penting. Apalagi di tengah-tengah suasana persaingan yang menuntut semua unsur yang menopang jalannya perusahaan harus berjalan dengan efisien dan efektif.
Salah satu tuntutan dari setiap SDM dalam perusahaan adalah bagaimana dia menyusun rencana dengan baik. Dengan perencanaan yang baik tentunya akan memudahkan pegawai melakukan strategi kerja yang jitu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau masalah.
Dari strategi yang dia terapkan akan menghasilkan prioritas kerja atau masalah yang harus dia lakukan terlebih dahulu. Sehingga setiap masalah akan terfokuskan dalam satu persiapan yang matang. Karena tidak dipungkiri bahwa pegawai akan mendapatkan permasalahan atau pekerjaan yang berbagai macam jenisnya.

Siapkan setiap pegawai untuk selalu membiasakan atau mengulang setiap pagi, merencanakan apa yang harus dilakukan pada hari itu pada pekan-pekan sebelumnya.
Saya yakin pegawai anda akan semakin produktif, dan sudah tentu perusahaan anda akan semakin maju.

Semoga bermanfaat.

Tags: ,

3 Responses to “Ditolak lamarannya karena tidak punya buku harian”

  1. bambang S says:

    Perencanaan memang penting sekali, dari catatan kecil membiasakan kita mencatat yang dekat dengan kita.
    Kebiasaan yang baik akan menumbuhkan perilaku yang baik.

  2. wawan says:

    Wah kalau cuma punya blog gimana ya ? Sambil bawa laptop ditunjuki saja blog kita ..he.he.he..he

  3. adi sastro wijoyo says:

    artikel yang bagus, coz saya juga sudah memulai menulis visi misi pribadi dan target selama 1 tahun kedepan, biar lebih terarah,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>