Negeri Nol Besar dan Nol Kecil
February 25 | Posted by Muhammad Yusuf E. | Opini Tags: Indonesia, korupsi, miskinMasih ingat waktu kecil dahulu, ada istilah nol besar dan nol kecil. Apa yang dibanggakan dengan angka nol ? walaupun besar dan kecil ? Tapi itu nyata terjadi di negeri Indonesia tercinta. Kalau anda pernah hidup di Indonesia dan mengalami umur sampai 5 tahun, maka mungkin anda pernah duduk di kelas nol besar dan nol kecil.
Apa bedanya ? mungkin saat itu anda tidak paham, tapi di negeri Indonesia, nol besar dan nol kecil ada bedanya. Bahkan perbedaan ini menyebabkan anak harus duduk di bangku kelas nol dua tahun.
Itulah negeri Indonesia yang merana, persoalan angka nol pun menjadi hal yang perlu dipermasalahkan dan dibedakan. Menyedihkan memang, ketika hak orang-orang yang harusnya dimilikinya dengan nyaman dan aman, harus diberikan kepada orang-orang yang tidak dapat mengatur dirinya sendiri. Alias membuat peraturan-peraturan yang terkadang tidak relefan dan mubadzir.
“Kejati Maluku Kejar Koruptor Dana Pengungsi Maluku Tenggara“, begitu kira-kira judul yang ada di detik.com hari ini. Malang nian nasib si miskin di Indonesia. Sudah tertimpa tangga, tertimpa juga durian jatuh. Bagaimana mungkin dana yang digunakan untuk orang-orang yang papa, dapat disantapnya dengan enaknya ? Apakah negeri ini tidak bertuan ? Bisa jadi memang tidak bertuan, seperti ketika perusahaan emas raksasa, mengaku mengambil tembaganya. Dan parahnya para pejabatnya pun tidak ada yang berdiri untuk menyelidiki kasus besar ini.
Apakah ini produk negeri nol besar dan nol kecil ? Jawabannya ada di kepala kita masing-masing. Ah seandainya, Nabi membolehkan berandai-andai, mungkin banyak orang yang akan membayangkan, seandainya di Indonesia tidak ada Presiden, mungkin rakyat akan lebih makmur lan ngrejekeni.
Sumber berita:
http://www.detiknews.com/read/2010/02/25/124004/1306681/10/kejati-maluku-kejar-koruptor-dana-pengungsi-maluku-tenggara


