PDIP Mobil Tua Pencari Akselerasi

January 28 | Posted by Muhammad Yusuf E. | Opini Tags: , , ,

Megawati

Megawati

Rakernas IV PDIP yang berlangsung di Solo kemaren akhirnya tanpa menghasilkan kata sepakat tentang wakil presiden yang akan dipasangkan dengan Megawati. Usulan-usulan yang datang untuk mendampingkan dengan Amin Rais atau Hidayat Nur Wahid adalah impian belaka. Isu-isu itu untuk mendongkrak image buruk yang dimiliki oleh Megawati dalam catatannya saat memegang kursi kepresidenan dahulu. PDIP dapat digambarkan seperti mobil tua yang tidak mempunyai bahan bakar akselerasi.  PDIP akan sukses apabila rakyat dalam suatu kondisi tertindas, teraniaya dipangkas hak-hak kehidupannya sebagai mana dahulu. Kondisi sekarang bukan lagi jaman Soeharto, yang menjadikan perjuangan PDIP sangat pas dengan momentum saat itu.

Mobil tua ini memang sudah ketinggalan momentum. Tiga tahun memegang kursi kepresidenan tidak mampu merubah bangsa Indonesia dari keterpurukan. Masih hangat di dalam ingatan rakyat Indonesia, begitu banyak BUMN yang harus lepas yang merugikan negara Indonesia. Masih ada di dalam catatan napas rakyat Indonesia, begitu murahnya gas negara dijual ke negara China. Sudah pasti rakyat Indonesia tidak ingin kondisi itu terulang kembali.

Karena itu bagi Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang mempunyai hati nurani rakyat, menjadi pendamping Megawati adalah pilihan yang sangat sulit dan tidak populer. Yang akan melawan kehendak dan amanat rakyat yang ada di dalam dadanya. Kalau Sultan pun enggan, lebih-lebih Hidayat Nur Wahid atau Amin Rais. Rakyat Indonesia tidak ingin mempunyai presiden yang tidak berani melakukan diskusi terbuka di depan rakyatnya seperti dulu lagi. Yang tidak dapat diajak diskusi memecahkan masalah-masalah bangsa dengan cerdas. Yang dengan kuatnya memegang prinsip diam adalah emas.

Inilah saat yang tepat, untuk menjadikan Pemilu 2009 sebagai sarana perubahan untuk memilih pemimpin yang cerdas dan pandai membawa rakyat ini ke arah kesejahteraan yang lebih baik. Tidak boleh kaki bangsa ini terjatuh dalam lubang yang sama. Mari kita sambut Pemilu 2009 ini dengan semangat perbaikan, harapan itu tetap masih ada.

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>